5 Negara Paling Urbanisasi di Asia

Pusat Kesenangan РUrbanisasi menjadi ciri khas zaman modern. Lebih dari separuh populasi dunia tinggal di perkotaan. Bank Dunia mengindikasikan bahwa pada tahun 2050, angka ini akan semakin meningkat, dengan hampir 70% penduduk diperkirakan tinggal di daerah perkotaan.

Di satu sisi, kota berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi, menghasilkan lebih dari 80% PDB global dan mendorong inovasi. Namun, kecepatan dan skala urbanisasi membebani infrastruktur dan layanan yang ada dan menyebabkan permasalahan seperti kurangnya perumahan yang terjangkau, sistem transportasi yang tidak memadai, dan degradasi lingkungan.

Khususnya, urbanisasi di negara-negara Asia khususnya mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lebih dari separuh penduduk perkotaan dunia tinggal di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia memiliki tingkat urbanisasi sebesar 58 persen. Angka tersebut jauh di bawah beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Brunei, khususnya Singapura yang masuk dalam daftar 20 besar. Lalu negara mana saja yang menduduki peringkat lima besar dalam hal tingkat urbanisasi di Asia?

1. Singapura

Populasi Perkotaan: 100%

Tingkat urbanisasi di Singapura tergolong tinggi, dengan jumlah penduduk 5,61 juta jiwa yang menempati wilayah seluas 719 kilometer persegi, sehingga kepadatan penduduknya mencapai 7.800 orang per kilometer persegi. Meskipun terdapat masalah kepadatan penduduk dan lingkungan hidup, Singapura telah mengelola urbanisasinya dengan sangat baik berkat perencanaan terpadu dan tata kelola pemerintahan yang dinamis.

2.Kuwait

Populasi Perkotaan: 100%

Kuwait adalah negara kecil namun kaya di Timur Tengah yang mengalami urbanisasi fenomenal selama beberapa dekade terakhir. Ibu kotanya, Kota Kuwait, berfungsi sebagai titik fokus pembangunan perkotaan ini. Sebagai pusat ekonomi negara, Kota Kuwait menarik banyak penduduk, yang menyebabkan pertumbuhan kota dan perluasan infrastruktur yang ekstensif

3. Makau, Tiongkok

Populasi Perkotaan: 100%

Urbanisasi di Makau, SAR, berlangsung cepat dan unik karena terbatasnya wilayah seluas 32,8 kilometer persegi dan padatnya populasi sekitar 700.000 jiwa. Sejak berakhirnya kekuasaan Portugis dan penyerahannya ke Tiongkok pada tahun 1999, perekonomian Macau didominasi oleh sektor perjudian dan pariwisata yang mengalami pertumbuhan ekonomi luar biasa. Namun pertumbuhan ini juga membawa tantangan seperti degradasi lingkungan, kemacetan lalu lintas, dan masalah sosial seperti kecanduan judi.

4. Hongkong

Populasi Perkotaan: 100%

Hong Kong merupakan salah satu kawasan perkotaan terpadat di dunia, dengan jumlah penduduk sebesar 7,413 juta jiwa pada sensus tahun 2021, sedikit meningkat dari 7,337 juta jiwa pada tahun 2016. Hong Kong merupakan kawasan perkotaan terpadat kedua di dunia dengan lebih banyak penduduk. dari satu juta penduduk. Terlepas dari kepadatannya, Hong Kong mencapai status berpenghasilan tinggi pada tahun 1990, bahkan melampaui PDB per kapita Inggris.

Kowloon, yang terletak di seberang pelabuhan Hong Kong, masih berpenduduk padat dengan 47.600 orang per kilometer persegi, meskipun jumlah penduduknya sedikit menurun sejak tahun 2016. Sementara itu, New Territories telah mengalami pertumbuhan perumahan yang besar selama lima dekade terakhir, melampaui Kowloon dalam hal jumlah penduduk di tahun 2016. 1991. Hong Kong juga merupakan salah satu kota paling maju di Asia.

5. Qatar

Populasi Perkotaan: 99%

Selama beberapa dekade terakhir, negara ini telah mengalami perubahan penting dan besar dari masyarakat nomaden menjadi masyarakat yang didominasi oleh pusat kota. Doha, ibu kotanya, menegaskan transformasi ini dengan cakrawalanya yang sangat baik, infrastruktur modern, dan pertumbuhan populasi.

Urbanisasi di Qatar didorong oleh faktor-faktor seperti industrialisasi, investasi asing, dan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mendiversifikasi perekonomian selain minyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *