8 Permainan Tradisional Anak Indonesia

Pusat Kesenangan Di era permainan elektronik dan mainan berteknologi tinggi ini, kita sering lupa bahwa penemuan paling sederhana sering kali dapat menghibur anak dalam jangka waktu yang lama. Meskipun game komputer yang canggih dan berteknologi tinggi tersedia di Indonesia, seperti game cube, ponsel pintar, dan aplikasi game iPad yang populer, namun penemuan modern ini tidak terjangkau oleh sebagian besar penduduk. Permainan ini hanya dapat ditemukan di rumah-rumah keluarga kelas menengah ke atas.

Di kalangan masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, seringkali sulit bagi orang tua untuk menghasilkan cukup uang untuk memberi makan keluarga mereka, sehingga mainan seringkali cukup sederhana atau sesuatu yang dibuat oleh orang tua. Untungnya, mainan tradisional tidak mahal… dan menyenangkan! Mainan dan permainan yang diuraikan di bawah ini banyak dilihat dan dimainkan oleh anak-anak Indonesia saat ini.

1. Kelereng or Gundu

Kelereng , atau kelereng di dunia barat, adalah favorit anak laki-laki. Banyak variasi permainan yang dapat dimainkan dengan kelereng. Salah satu versi yang lebih populer adalah menggambar lingkaran kecil di tanah. Semua pemain menaruh salah satu kelerengnya ke dalam lingkaran. Kemudian masing-masing pemain menjatuhkan kelereng lainnya ke suatu titik di luar lingkaran yang ditarik. Pemain yang memiliki kelereng paling jauh dari lingkaran berhak bermain terlebih dahulu.

Ia harus berusaha menggunakan kelereng yang berada di luar lingkaran (striker) untuk memukul kelereng di dalam lingkaran dan menjatuhkannya ke luar ring. Apabila ia berhasil melakukannya, maka ia berhak mempertahankan kelereng yang telah ia keluarkan dari lingkaran. Namun kelereng penyerang juga harus berhenti di luar lingkaran yang ditarik. Apabila kelereng tersebut tetap berada di dalam lingkaran dan pemiliknya kemudian kehilangan kelereng tersebut.

Jika pemain berhasil menjatuhkan salah satu kelereng lawannya keluar dari ring, ia dapat melanjutkan gilirannya dan mencoba menyerang lawan lainnya. kelereng penyerang. Jika dia berhasil memukul lawannya. kelereng striker, ia berhak mengambil kelereng itu dan lawannya tidak dapat lagi memainkan babak yang sedang berlangsung. Namun jika dia merindukan lawan-lawannya. striker marmer, dia kehilangan gilirannya dan pemain berikutnya dapat mulai bermain.

2. Gangsing  atau  Gasing

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Gangsing  merupakan gasing  yang terbuat dari bambu dengan bukaan kecil pada bagian sampingnya. Lubang kecil ini membuat bagian atas bersiul dengan sangat khas saat  berputar. Besar kecilnya lubang menentukan nada peluit. Tali dililitkan pada pasak yang melewati bagian tengah  gangsing  . Anak kemudian memegang gagang bambu pipih yang diikatkan pada ujung tali dan menarik gagang tersebut untuk mengatur  putaran gangsing  . Biasanya sebuah lingkaran digambar di tanah sekitar 50 cm. dalam diameter. Dua anak bermain melawan satu sama lain. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mencoba dan menjatuhkan lawan Anda keluar dari lingkaran yang ditentukan. Gangsing  biasa dijual di luar candi dan tempat wisata di Yogyakarta, Jawa Tengah.

3. Lompat Tali

Ini adalah permainan yang sangat populer yang dimainkan oleh gadis-gadis sekolah dasar pada waktu istirahat. Mirip seperti lompat tali, namun tali yang digunakan para gadis ini terbuat dari ratusan karet gelang yang dilingkarkan menjadi satu membentuk cincin besar. Para gadis secara bergiliran mencoba melompati tali elastis yang dipegang oleh dua orang gadis di setiap ujungnya.

Ketinggian tali biasanya dimulai dari yang rendah, seperti setinggi mata kaki, dan secara bertahap bergerak lebih tinggi ke tubuh anak setelah pelompat berhasil melompati ketinggian yang lebih rendah. Pelompat berpengalaman sering kali bisa melompati tali setinggi leher! Hal baik yang didapat dari penggunaan tali yang terbuat dari karet gelang adalah jika seorang pelompat tidak berhasil melompati tali tersebut, maka tali tersebut akan lepas dan pelompat tidak akan terluka jika usahanya gagal. Dengan demikian, banyak lutut yang berkulit dapat dihindari.

4. Bekel

Ini setara dengan western jack, dan biasa dimainkan oleh gadis-gadis Indonesia. Bentuk bekel  berbeda  dengan dongkrak barat, yaitu berbentuk datar dengan jembatan kecil yang menyatukan kedua sisinya. Pada bagian atas biji  bekel  terdapat titik kecil berwarna merah yang disebut lubang. Sisi bawah bekel disebut roh. Pada salah satu sisi biji  bekel  yang rata terdapat lekukan atau titik-titik kecil dan sisi lainnya licin.

Permainan yang dimainkan adalah metode yang mirip dengan jack, tetapi dengan sedikit perbedaan. Saat permainan dimulai,  semua biji bekel  dipegang di tangan pemain dan dijatuhkan karena bola diperbolehkan memantul satu kali. Pemain kemudian mulai bermain dengan mencoba mengambil  biji bekel  satu per satu tanpa mengganggu biji bekel  lainnya  dalam waktu yang diperlukan bola untuk memantul satu kali.

Jika pemain berhasil mengambil seluruh  bekel , ia kemudian menjatuhkannya lagi dan memulai permainan set kedua. Dalam set ini dia harus mencoba memposisikan  biji bekel  dengan lubangnya menghadap ke atas lagi satu per satu. Tindakan ini harus diselesaikan saat pemain melempar bola ke udara dan membiarkannya memantul satu kali. Pemain harus berusaha membalik bekel tersebut tanpa menggerakkan bekel lainnya  .

Jika pemain berhasil menyelesaikannya, ia kemudian mengambil  biji bekel  satu per satu sambil melemparkan bola ke udara hingga seluruh  biji bekel  berada di tangannya. Dia kemudian menjatuhkan semuanya lagi dan sekarang mengambil  biji bekel  itu dua-duanya, lalu tiga-tiganya, dan seterusnya, sampai dia mengambil semua  biji bekel  itu dengan satu sapuan tangan.

Dia menjatuhkannya lagi dan sekarang memulai set roh. Pemain harus berusaha membalikkan seluruh  biji bekel  sehingga sisi rohnya kini menghadap ke atas. Diperbolehkan mengambil lebih dari satu kelompok dengan nomor yang ditetapkan saat bola dilempar ke udara. Misalnya, jika pemain mengambil kelompok yang terdiri dari dua orang sambil melempar bola ke udara, ia boleh mengambil tiga kelompok yang terdiri dari dua  bekel . Tindakan mengambil sejumlah  bekel  disebut  cek .

Jika pemain menggerakkan salah satu  biji bekel  yang tidak ia coba ambil, atau jika ia menjatuhkan salah satu  biji bekel  di tangannya, ia kehilangan gilirannya dan berpindah ke pemain berikutnya. Seorang pemain yang ahli dapat melewati banyak set permainan sebelum dia melakukan kesalahan dan harus menyerahkan bekel  kepada  pemain berikutnya. Pemain yang menyelesaikan set terbanyak tanpa melakukan kesalahan dianggap sebagai pemenang permainan.

Nama ini berasal dari permainan Belanda “bikkelen” yang menggunakan “bikkels” tembaga yang sama.

5. Layang-layang

Layang-layang  atau menerbangkan layang-layang merupakan hobi yang sangat digemari anak-anak Indonesia. Provinsi di seluruh tanah air mempunyai desainnya masing-masing. Ada dua jenis layang-layang: yang pertama adalah layang-layang yang hanya digunakan untuk terbang dan memiliki ekor yang dipasang untuk menyeimbangkan layang-layang; dan yang akan digunakan untuk pertarungan satu lawan satu, hobi favorit para penerbang layang-layang.

Layang-layang aduan tidak mempunyai ekor yang melekat padanya. Terbuat dari bambu ringan dan kertas lilin. Seringkali tali yang diikatkan pada layang-layang ini dilapisi dengan pecahan kaca. Tali tersebut dicelupkan ke dalam larutan pecahan kaca yang telah direbus dengan ka, bahan kimia dan pewarna. Campuran tersebut bertindak sebagai pengikat sehingga partikel-partikel kecil kaca akan menempel pada tali. Talinya digantung di rak kecil agar kering. Proses ini membuat senar menjadi sangat tajam dan mampu memotong senar lawan.

Tali berlapis kaca siap pakai juga dapat dibeli dalam berbagai ketebalan. Kebanyakan penerbang layang-layang memilih untuk membeli tali yang sudah jadi karena proses pembuatannya yang panjang dan berantakan. Pemilihan ketebalan tali akan bergantung pada ukuran layang-layang, dan pertimbangan yang lebih besar, anggaran pembeli. Jika pemiliknya tidak hati-hati, tali ini juga bisa melukai jarinya!

Tujuan permainan ini adalah mencoba melepaskan layang-layang lawan. Cara tali diikatkan pada layang-layang menentukan kendali yang dimiliki penerbang terhadap layang-layangnya. Jika kedua tali penahan dipasang berjauhan pada rangka layang-layang, hal ini akan membuat layang-layang menjadi lebih berat untuk dipegang saat terbang. Namun, hal ini memberikan kontrol yang lebih besar kepada penerbang layang-layang atas pergerakan layang-layang.

Jika kedua tali penahan dilekatkan berdekatan pada rangka layang-layang, hal ini akan membuat layang-layang lebih ringan untuk dipegang tetapi mengorbankan kendali. Layang-layang ini cenderung lebih liar saat terbang.

Penerbang layang-layang yang berpengalaman tahu bahwa tali pancing tidak mudah dipotong seperti tali kendur, sehingga penerbang layang-layang harus terampil dalam menggunakan teknik menarik dan melepaskan tali untuk mencoba menghindari agar layang-layangnya tidak terpotong. Jika sebuah layang-layang dipotong bebas oleh lawannya, maka pemenangnya adalah yang masih memegang layang-layang tersebut. Layang-layang yang lepas seringkali menjadi penyebab kejar-kejaran yang sembrono. Anak yang pertama kali mendapatkan layang-layang lepas dianggap sebagai pemilik baru layang-layang tersebut.

6. Kuda Lumping

Replika kecil  kuda lumping  besar yang digunakan dalam tari trance di Jawa ini dipotong dari anyaman  tikar bambu dan dicat dengan pola warna yang mencolok. Payet, manik-manik, dan bahan lainnya juga dapat ditambahkan untuk memberikan  tampilan warna-warni pada kuda lumping  .

Ketika diberikan kepada seorang anak, pikiran imajinatif mereka adalah satu-satunya batasan dalam drama apa yang menjadi pusat perhatian kuda lumping ini! Meski dimaksudkan sebagai mainan, banyak dari kuda-kuda cantik ini yang dimasukkan ke dalam koper untuk diberikan sebagai oleh-oleh dari perjalanan ekspatriat ke Indonesia atau versi lebih kecil dan berwarna-warni dapat digunakan sebagai hiasan yang menarik di pohon Natal.

7. Mobil-mobilan Kulit Jeruk

Meski anak zaman sekarang mungkin menganggap mobil berbahan  kulit Jeruk Bali  tidak cocok dengan mobil mainan kekinian, namun  banyak pria Indonesia yang memiliki kenangan indah dengan mobil buatan rumah tersebut. Jeruk Bali  merupakan buah pomelo berukuran besar (mirip jeruk bali) yang memiliki kulit sangat tebal. Setelah buahnya dibuang, kulitnya kemudian bisa dipotong-potong hingga menjadi bagian-bagian mobil.

Iga pelepah kelapa yang kaku digunakan untuk menyatukan potongan-potongannya. Sebuah tongkat panjang dipasang di bagian belakang mobil dan dapat digunakan untuk mendorong mobil. Terkadang seutas tali diikatkan ke bagian depan mobil agar bisa ditarik ke belakang pemiliknya juga. Mainan yang sangat sederhana ini telah membuat banyak anak Indonesia tersenyum.

8. Congklak  atau  Dakon

Salah satu permainan tertua di dunia,  Congklak  dapat ditelusuri hingga ke Mesir kuno. Dibawa ke  Indonesia, mungkin berabad-abad yang lalu oleh para pedagang Arab atau India, makanan ini sama populernya di Indonesia saat ini dan selama berabad-abad. Congklak  dimainkan di atas papan dengan lekukan melingkar di kedua sisinya dan lekukan rumah di setiap ujung papan.

Permainan ini dimainkan dengan 98 spidol kecil seperti cangkang atau manik-manik, yang dibagi rata di semua lekukan. Meskipun sekilas tampak seperti sejenis kalkulator, ini adalah permainan strategis yang cukup menantang dan membutuhkan banyak latihan sebelum pemain menjadi terampil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *